Responsive Banner design
Home » » MENGENAL DIAGNOSIS WHIPLASH; GANGGUAN KESEHATAN YANG BISA MENYITA WAKTU MASA PENYEMBUHAN

MENGENAL DIAGNOSIS WHIPLASH; GANGGUAN KESEHATAN YANG BISA MENYITA WAKTU MASA PENYEMBUHAN


Diagnosis whiplash – Anda tentu sepakat bahwa semua jenis penyakit adalah hal yang harus dicegah dan ditangani sesegera mungkin. Pasalnya, saat Anda terlembat melakukannya, Anda bisa saja mengalami masalah yang lebih serius. Sebut saja komplikasi dan masalah lain yang akan mengikutinya kelak.

MENGENAL DIAGNOSIS WHIPLASH; GANGGUAN KESEHATAN YANG BISA MENYITA WAKTU MASA PENYEMBUHAN
Sumber gambar doktersehat.com

Nah, karena alasan itulah, saat Anda sudah mengalami gejala penyakit tertentu, Anda dianjurkan untuk segera menghubungi dokter dan/atau pihak medis.

Menghubungi dokter akan memungkinkan kalian didiagnosa. Dengan tindakan ini, dokter atau praktisi medis akan dengan mudah memberi penanganan lebih lanjut. Dengan begitu, kalian pun akan bisa dengan mudah menyelesaikan masalah kesehatan kalian.

Nah, whiplash adalah satu dari sekian gangguan kesehaan yang sangat mudah untuk didiagnosa. Diagnosis whiplash sendiri bisa dibilang singkat. Pun dengan penangananya.

Alasan yang paling rasional terkait dengan kondisi ini adalah karena whiplash hanya masuk ke dalam kategori cidera. Ya, seperti yang Anda tahu, cidera sendiri tidak membutuhkan waktu lama untuk diagnosis.

Tapi tentu saja, kendati singkat, diagnosa suatu penyakit tidak bisa dilakukan dengan sembarang. Butuh metode dan pendekatan khusus agar hasil diagnosa akurat.

Hellosehat.com menerangkan bahwa Anda tidak bisa melakukan diagnosa mandiri untuk suatu jenis penyakit. Pun dengan whiplash atau cidera lecutan. Diagnosis mandiri hanya akan memperbesar peluang kesalahan yang mengakibatkan cidera yang berkepanjangan.

Kendati demikian, mengetahui metode dan tahapan diagnosis bukanlah suatu hal yang tidak diperbolehkan. Pun untuk cara mendiagnosa cidera lecutan. Nah, sebagai informasi, berikut adalah beberapa tahapan dan cara-cara melakukan diagnosis whiplash.

MELAKUKAN WAWANCARA DI TAHAP AWAL – DIAGNOSIS WHIPLASH
Secara umum diagnosa whiplash hampir sama dengan cidera-cidera lainnya. Pada tahap pertama, dokter akan menanyakan gejala dan hal apa saja yang dirasakan oleh pasien. Dengan cara ini dokter bisa mengumpulkan rangkaian gejala untuk kemudian disimpulkan menjadi satu kesimpulan khusus.

Butuh kecermatan dan kehati-hatian dalam membedakan antara satu gejala dengan gejala lain. Karena  seperti yang Anda tahu, satu gejala bisa beragam gangguan kesehatannya.

Tidak lupa dokter juga akan menanyakan penyebab dari rasa sakit itu timbul. Anda sebagai pasien hanya perlu menjawab secara jujur. Kejujuran akan memudahkan dokter untuk menemukan kesimpulan dari rentetan gejala.

MELAKUKAN PENGECEKAN FISIK PASIEN – DIAGNOSIS WHIPLASH
Dikutip dari doktersehat.com, setelah melakukan wawancara, dokter biasanya akan melanjutkan pekerjaannya dengan melakukan pengecekan fisik. Biasanya pengecekan ini akan melibatkan area tubuh yang mengalami sakit.

Setiap area akan dicek dengan seksama. Biasanya hanya akan melibatkan bagian tubuh luar. Fokus bagian tubuh dalam hanya jantung dan organ vital yang dekat dengan pusat rasa sakit.

Pengecekan ini sendiri dilakukan semata-mata untuk melihat bagaimana dan seperti apa area tubuh yang mengalami sakit; apakah ada memar atau tidak dan seterusnya. Pengecekan ini bertujuan sebagai bahan untuk kemudian disimpulkan oleh dokter.

MELAKUKAN FOTO RONTGEN – DIAGNOSIS WHIPLASH
Ini adalah tahapan akhir dari diagnosis cidera lecutan. Diagnosis ini dilakukan manakala tidak ada memar yang timbul pada kulit namun rasa sakit dan nyeri yang Anda alami di luar tingkat kebiasaan.

Foto rontgen akan memberikan gambaran apakah Anda memiliki cidera pada organ dalam atau tidak.

Itulah beberapa diagnosis whiplash yang bisa Anda kenali. Beberapa diagnosis di atas adalah yang paling umum dilakukan. Di luar diganosis ini, dokter biasanya akan melakukan MRI. Ini dilakukan untuk menguji apakah Anda punya masalah pada jaringan lunak atau tidak.

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.