Responsive Banner design
Home » » Bahaya Hepatitis Bagi Ibu Hamil pada Bayinya

Bahaya Hepatitis Bagi Ibu Hamil pada Bayinya

Hepatitis adalah salah satu jenis penyakit yang mudah menular. Bahkan juga pada ibu yang sedang hamil. Ada beberapa bahaya hepatitis bagi ibu hamil jika sang ibu memang dinyatakan positif terkena hepatitis. Salah satunya adalah menularkan penyakit ini pada sang bayi, Nah untuk mengatasi risiko penularan yang ada Anda bisa menggunakan beberapa tips yang ada di bawah ini.

Bahaya Hepatitis Bagi Ibu Hamil pada Bayinya

1.      Melakukan Pengecekan Kehamilan Secara Rutin
Apabila Anda telah didiagnosis positif mengidap hepatitis saat hamil, sebaiknya konsultasikan bersama dokter spesialis hati maupun dokter kandungan. Dokter tersebut biasanya akan menyarankan Anda agar melakukan tes darah dengan tujuan untuk mendeteksi keberadaan dari virus hepatitis yang ada di dalam tubuh.

Selain itu juga untuk mengetahui apakah penyakit ini termasuk akut maupun kronis. Dokter juga mungkin saja hendak mengambil sampel dari jaringan hati agar dilakukan pemeriksaan atau biopsi. Tujuannya adalah menentukan apakah diri Anda mengalami kerusakan pada hati atau tidak.

Tes darah nantinya dapat membantu dokter untuk memulai pengobatan menggunakan obat antivirus atau juga menganjurkan Anda untuk melakukan perubahan gaya hidup yang mana dapat menjadi salah satu cara memperlambat proses dari kerusakan hati.

Obat antivirus akan diresepkan agar diminum selama masa kehamilan Anda apabila memang dibutuhkan. Obat tersebut bisa mengurangi virus yang ada di dalam tubuh serta risiko infeksi bayi Anda ketika kelahiran. Hal ini dianjurkan sebab infeksi HBV kerap mulai merusak hati sebelum nantinya menimbulkan tanda-tanda maupun gejala.

2.      Vaksin Bayi Anda
Semua bayi yang baru lahir wajib langsung menerima imunisasi yang pertama terhadap virus hepatitis B pada ruang persalinan. Hal ini direkomendasikan supaya semua bayi bisa menerima vaksin, terlepas bagaimana kondisinya.

Apabila bayi lahir dari seorang ibu yang positif hepatitis, immunoglobulin HBIG pun akan diberikan di dalam jangka waktu 12 jam pertama kelahiran sebagai sebuah amunisi tambahan agar dapat mencegah bahaya hepatitis bagi ibu hamil tertular ke bayi.

Jika tidak dapat diberikan di waktu tersebut, vaksin wajib diberikan di dalam waktu 2 bulan pasca kelahiran. Dosis yang tersisa akan diberikan dalam 6 hingga 18 bulan ke depan. Bayi yang akan diberi vaksin dan HBIG mempunyai lebih dari 90% peluang terlindungi akan bahaya infeksi hepatitis B.

Jika bayi yang baru lahir Anda tidak menerima dosis HBIG pada 12 jam pertama setelah kelahiran, Anda harus memastikan jika ia akan menerimanya pada saat dirinya berusia satu bulan. Dosis vaksin ketiga wajib diterima bayi Anda di usia enam bulan agar dapat memastikan perlindungan sepenuhnya.

Di atas tadi adalah beberapa cara yang mungkin bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko penularan bahaya hepatitis bagi ibu hamil pada janin atau bayinya. Tentunya melakukan pencegahan akan jauh lebih baik daripada mengulanginya. 

0 komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.